Cari Blog Ini

Selamat Datang di Blog Saya
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Juli 2011

Jangan Takut Berorganisasi


JANGAN TAKUT BERORGANISASI
Banyak siswa beranggapan bahwa berorganisasi hanya akan menyita waktu dan mengganggu konsentrasi belajar. Bahkan, tidak sedikit menilai bahwa berorganisai memengaruhi dan membuat nilai mata pelajaran kita menurun. Padahal, mereka belum masuk ke dalam suatu organisasi tertentu.
Bisa dibilang, mereka yang mempunyai pemikiran seperti itu adalah orang yang belum mengerti apa arti sebuah organisasi. Asal kita tahu saja, dalam organisasi itu selain dituntut untuk belajar bertanggung jawab, kita juga harus berani dalam bersikap dan mengambil keputusan. Tanpa disadari ternyata sosok seorang yang ikut dalam suatu organisasi dapat dijadikan panutan oleh teman-temannya. Mengakui atau tidak, itulah kenyataannya. Dari berorganisasi inilah kita akan tahu betapa penting nilai kebersamaan, kekompakan, kejujuran, keterbukaan, dan kerja sama.
Berorganisasi bukanlah suatu ajang bagi kita untuk jadi terkenal dan menjadi bintang di sekolah. Terlepas dari pandangan itu organisasi merupakan sebuah sarana yang mendidik kita semua untuk belajar menjadi pemimpin kecil. Selain memperoleh banyak teman, kita juga bakal dapat pengalaman berharga sebagai bekal kemandirian dan kepemimpinan, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan.
Kita harus buang jauh-jauh anggapan bahwa berorganisasi hanya akan mengganggu konsentrasi belajar. Sebab sebenarnya kita tinggal pintar-pintar mengelola waktu saja, kapan untuk belajar dan kapan untuk berorganisasi. Selain perlu ditanamkan bahwa selain kita harus mementingkan kepentingan umum kita juga tidak boleh melupakan kepentingan pribadi kita. Dengan begitu kita bisa tetap berorganisasi tanpa menurunkan prestasi belajar kita.
Jadi, sambil belajar cari ilmu yang bermanfaat di sekolah, kita juga bisa ikut berorganisasi untuk menambah wawasan dan pengalaman. Hanya butuh sedikit keberanian dan niat yang sungguh-sungguh untuk dapat masuk dalam sebuah organisasi. Pengalaman hanyalah factor kesekian kalinya yang kita butuhkan.

Enam Landasan Sumber Semangat Hidup

Enam Landasan Sumber Semangat Hidup
Dalam hidup ini perlu dilandasi satu tekad untuk meraih satu tujuan, sehingga kehidupan bisa harmonis, selaras, seimbang, bahagia, sejahtera lahir dan batin di dunia dan akhirat.
Adapun landasan tersebut :
1.    Tatag (berani) menghadapi suatu tantangan.
2.      Teteg (kokoh) kuat mempertahankan keselamatan jiwa dan raga caranya meningkatkan iman dan taqwa kita.
3.      Tutug (sampai selesai). Setiap pekerjaan yang kita kerjakan harus bisa selesai. Tidak putus di tengah jalan. Lebih cepat selesai lebih baik, jangan ditunda-tunda.
4.      Tatar (sanggup mengatasi).  Sanggup mengatasi semua masalah yang dihadapi tanpa harus menimbulkan permasalahan baru. Satu demi satu diselesaikan dengan bijak.
5.      Titis (tepat sasaran) agar senantiasa mengarahkan tujuan hidup ini tidak meleset dari hakekat hidup yang hakiki. (beribadah)
6.      Tetes artinya semua pekerjaan atau tindakan yang telah dilakukan hendaknya dapat menghasilkan atau membuahkan sesuatu yang berguna baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Bahasa Idetitas Sebuah Bangsa

BAHASA IDENTITAS SEBUAH BANGSA

Kalimat ketiga dalam sumpah pemuda  menandakan betapa pentingnya bahasa Indonesia. Namun sering kita menganggapnya sebagai hal yang sepele. Pelajaran bahasa Indonesia, banyak siswa yang mengeluh saat pelajaran Indonesia. Sebenarnya tidak bisa disalahkan juga kalau kita tidak begitu tertarik dengan pelajaran bahasa Indonesia. Karena, pelajaran itu sudah berlangsung semenjak kita duduk di bangku SD bahkan ada yang belajar sebelum duduk di bangku sekolahan. Tapi bukan pula menjadi sebuah pembenaran kalau kita kemudian menganggap remeh pelajaran bahasa Indonesia. Bahasa  itu menunjukan bangsanya. Bahasa bisa dijadikan sebagai media untuk mengenal dan mempertahankan budaya asli milik kita sendiri. Bahasa persatuan juga merupakan bagian dari bentuk budaya, maka kita harus tetap melestarikannya.  Jangan sampai kita terlena kemudian bahasa kita diklaim oleh bangsa lain. Sekarang saja sudah banyak Negara di dunia yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing mereka. Setidaknya kita malu dengan mereka yang mau mempelajari bahasa kita, sementara kita sendiri terkesan males-malesan untuk mempelajarinya. Padahal, kalau memang benar bahasa Indonesia suatu saat bakal jadi popular karena banyak yang meminati, kita sendiri yang bangga. Kebanggan itu bisa tetap menjadi milik kita, selama kita tetap memiliki bahasa Indonesia.
Peran guru bahasa di sini juga sangat penting. Mata pelajaran bahasa Indonesia harusnya diajarkan lebih gaul dan actual. Misalnya guru menggunakan sumber-sumber yang dekat dengan siswa sebagai bahan pembelajaran. Untuk analisis novel contohnya guru memakai novel yang baru popular saat itu seperti lascar pelangi dan lain-lain. Sebagai murid, kita harus menghargai guru kita khususnya guru bahasa Indonesia yang menyadarkan kita betapa pentingnya berbahasa Indonesia yang baik dan benar.
Bahasa Indonesia itulah yang seharusnya bisa tetap menjadi identitas bangsa.  Bahasa sebagai identitas itu penting, terlebih kalau nanti kita juga belajar bahasa asing. Menjadi semacam fondasi awal berbahasa yang baik. Yang tidak kalah penting, biarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar, baik secara tulisan maupun pengucapannya tetap mendarah daging di hati kita. Mungkin itulah yang disebut semangat sumpah pemuda.